Pada tanggal 15 September 2018, kebetulan saya kemping
didaerah Ciwidey tepatnya di Rancaupas bersama tim kerja, tidak banyak kami
berkemah hanya 6 orang, pada hari itu yang biasnyanya kami ber 4 kini ada
tambahan orang 2 orang jadi ber-6 dan yaa aku mendapat teman baru 2 orang
sekaligus teman perempuan yang biasanya kalau ada perlu keluar terkadang aku
jadi perempuan seorang hahaha, ada sih teman dalam tim perempuan tetapi jarang
untuk bertemu.
Selama acara kemping kita tidak menyiapkan susunan acara
seperti kebanyakan orang dalam menyiapkan acara, kami berjalan secara natural
selama berkemah bercerita bermacam-macam topik, tapi bisa diambil geris besar
topiknya yang pertama tentang visi misi habbit dan cerita mengenai perusahaan
kepada kami dan teman yang baru kutemui pada hari itu, dan cerita tentang
relationship, cara pandang dari perspektik laki-laki dan perempuan dan beberapa
joks yang menyelingi acara malam itu sambil yaah tak ketinggalan sambil
bakar-bakar jagung, sosis, dan pendukung lainnya pada acara kemping pada
umumnya. Ada satu hal terpenting dalam setiap kegiatan yang harus di ambil. Apa
itu?? Yaps itu merupakan apa yang didapat pada hari itu, yang utama yaitu
pengalaman selain pengalaman kita harus selalu mengambil apa yang didapat pada
hari itu yang bisa kita ambil sebagai pelajaran, bekal pengalaman, dan hal-hal
positif lainnya termasuk joks yang muncul dalam sela-sela pembicaaran kami,
yang diambil bukan joks yang dibahas tetapi kita bisa ambil arti bahwa dalam
hidup kita perlu menyisipkan hiburan sekecil apapun meskipun hanya sebentar,
yaah untuk memberi warna kehidupan karna tidak semua kita harus sikapi dengan
serius, ada waktu-waktu tertentu, kapan kita harus bercanda, kapan waktu untuk
serius, dan lain sebagainya yaah bisa dibilang kita harus bisa memanajemen
hidup dengan waktu-waktu tertentu. Pelajaran yang dapat saya ambil pada kemping
semalam yaitu.
Pertama yaitu Berbagi, yaah berbagi tidak hanya berupa
material, kita dapat berbagi cerita yang mungkin dapat bermanfaan untuk orang
disekitar diwaktu yang akan mendatang .
kedua pengalaman, yaah pengalaman berkemah untu setiap orang
akan berbeda-beda, contohnya pengalaman berkemah di sekolah/kampus/acara
organisasi yang dominan sudah terstuktur dan terencana akan mendapat pengalaman
berbeda saat berkemah dengan spontanitas dan naturalisasi dalam keadaan.
Ketiga membaca, kenapa membaca?? Kita tidak harus membaca
dibuku saja, tetapi kita perlu membaca keadaan/siuasi, hal itu penting, kita
harus tau posisi kita sedang dimana, bersama siapa, dan sedang apa. Pada
kemping ini saya belajar membaca karaketer orang, yaah mungkin hal itu tidah
mudah tetapi itu penting meskipun sedikit dan membaca karakter orang-orang baru
disekitar kita pada saat itu, yang mungkin akan bermanfaat diwaktu yang akan
mendatang, kita bisa baca itu dari orang menyikapi kita, spontanitas dalam
keadaan, prilalu dalam situasi tertentu, dan interaksi, kenapa interaksi
termasuk? Karena seseorang akan bersikap berbeda saat mereka dilingkungan
terbuka meskipu kita sering bertemu tapi tidak dilingkungan terbuka akan
berbeda, dan kita perlu mengerti situasi dan dalam bersikap.
Keempat opsi, mungkin akan sedikit binggung kenapa ada opsi,
opsi disini saya ambil dari pembicaraan malam itu, dalam kehidupan kita perlu
memiliki opsi, entah itu opsi dalam memili hidup, pengambilan keputusan, dan
bisa juga kedepannya kita akan seperti apa, tanpa sadar kita pernah melakukan
hal tersebut, dan lebih sering kita gunakan kedepannya akan seperti apa entah
itu dalam menentukan kita mau sekolah atau berkuliah dimana, dalam memilih
pasangan, mungkin juga dalam memilih teman yang bisa masuk dalam circle
kita, dalam berbelanja untuk kaum wanita itu sering dilakukan tanpa
sadar, dan lain sebagainya. Hal itu penting sama seperti dalam menjawab soal
pilihan ganda, kita akan memilih yang benar, mungkin kalau diambil dalam
kekehidupan yang kita memilih opsi yang tepat/cocok untuk kita.
Kelima kehidupan, naah selipan pembicaraan semalam ada dalam
kita menjalankan hidup, hidup itu singkat, kita harus bisa menikmatinya bukan
dalam arti berleha-leha, tetapi seperti kita harus memiliki waktu untuk diri
sendiri itu perlu karena kita harus cinta dengan diri sendiri dan mengenali
diri sendiri karena siapa lagi yang akan cinta dengan diri sendiri kalau bukan
kitanya sendiri, kemudian bermanfaat kita harus bisa menempatkan diri agar bisa
bermanfaat untuk orang lain dan sekitarnya, contohnya saat ada ibu-ibu atau
bapak-bapak sulit menyebrang jalan kita bantu untuk menyebrang, saat teman
membutuhkan pertolongan entah itu tersesat dan binggung dalam bertindak
setidaknya kita dapat membantu atau memberi solusi agar tidak terjebak dalam
situasi itu berlarut-larut dan minimal bisa menarik atau mengulurkan tangan
jika orang disekeliling kita sedang terjatuh dan tidah tau arah yang akan
dituju, kemudian improve, kenapa improve karena kita harus bisa lebih baik hari
ini daripada hari sebelumnya, intinya melakukan hal yang lebih baik dari hari
sebelumnya.
Mungkin itu hal yang saya dapatkan kemarin secara garis
besarnya. Dan saya mendapat feedback dari apa yang saya lakukan kemarin salah
satunya yaitu “Bisa menempatkan diri” setelah ditelaah feedback ini dan
menemukan jawaban bahwa saya selalu berpikir saya harus menciptakan suasana
senyaman mungkin, entah itu dilingkungan baru, dikamar kosan, termasuk dirumah
harus membuat hal seperti itu, terlihat sedikit egois sih karna mementingkan
diri sendiri harus nyaman, tapi yaah ini belum tau jawaban yang tepat atau
bukan.
Satu lagi feedback hari ini “Menerima seseorang apadanya”,
feedback yang satu ini pun tanpa disadari seperti itu beliau menyampaikannya.
Mungkin karna saya selalu ingin orang lain menerima saya apaadanya
seperti ini dan menyadari bahwa tidak semua orang bisa menerima apaadanya, oleh
sebab itu saya selalu mencari orang yang bisa nerima saya yang seperti ini, dan
saya memlakukan hal tersebut saat ada orang yang ingin masuk dalam circle saya,
dan tanpa disadari, Mungkin.
Sepertinya itu saja yang bisa disampaikan secara garis besar
apa yang saya dapatkan pada kemping tangga 15 – 16 September 2018. Dan banyak
kata-kata yang saya tulis terinspirasi dari seseorang yang menceritakan sesuatu
yang belum dialami oleh saya dan menjadi pengetahuan baru yang dapat dijadikan
bekal dimasa yang akan datang. Disamping hal yang sudah disampaikan sebelumnya
dari kemping kemarin, waktu mau tidur ada sekelompok orang yang sedang berkemah
disana sedang mengisi acaranya dengan bernyanyi dan salah satunya menyanyikan
lagu “Ayah” sepertinya harus belajar agar tidak terganggu dengan lagu tersebut
dan tidah merubah mood pada saat itu. Dan satu lagi teringat memori yang sudah
lumayan lama, lapangan Rancaupas menjadi tempat main terakhir bersama teman
saya di Sukabumi teman satu perjuangan hidup di Bandung dan bangku kuliah
beliau bernama Diayul Haque (alm) mungkin disana tempat kita bermain
bersama-sama sebelum sakit dan pergi untuk selamanya, hal itu masih teringat
ekpresi yang diabuat pada waktu itu....