Selasa, 09 April 2019

Kepercayaan


Bismillahirrahmanirrahim...

Mendapatkan kepercayaan orang tidaklah mudah, tapi menjaga kepercayaan orang jauh lebih sulit. Yang namanya kepercayaan itu sedikit sensitif untuk beberapa orang, karena ada segelintir orang yang tidak mudah menaruh kepercayaannya kepada orang lain, tapi ada juga yang mudah menaruh kepercayaan tetapi sekalinya kepercayaannya dipermainkan sulit untuk dipulihkannya, beda dengan yang sulit memberikan kepercayaan karena orang tersebut akan segan untuk mempermainkannya.

Banyak kejadian yang bermain-main dengan kepercayaan, hanya sekedar menghargai kepercayaan saja tidak semua orang mampu, bisa dibilang tidak peduli dengan hal itu. Saat kepercayaannya dirusak mungkin orang itu bisa saja memaafkannya tetapi tidak seutuhnya kembali seperti dulu, karena kepercayaan sama saja dengan melukai hatinya.

Komunikasi mungkin salah satu solusi untuk menjaga atau memperbaiki kepercayaan orang, hanya sekedar kata "maaf" saja mungkin bisa menjadi pereda saat kepercayaannya dipermainkan, tanpa komunikasi orang yang dirusak kepercayaannya akan sakit hati dan berpikir yang tidak-tidak tentang orang itu. Tidak semua orang bisa memahami kondisi kita maupun sebaliknya. Membuat orang marah, sakit hati, berfikir yang tidak-tidak atau apapun itu bukankah itu perbuatan yang kurang baik? Apa kita mau jadi salah satu orang yang berbuat demikina? tentu tidak kan...

Minimal kita hargai orang yang menaruh kepercayaan kepada kita, dengan menghargai kita bisa dinilai dengan pribadi yang baik, sopan, dan beretika. Sulit sekali dizaman sekarang untuk mencari orang yang seperti itu bukan? Lebih baik kita sendiri yang memperbaiki diri bisa menghargai orang. Jika kita menghargai orang lain, orang lainpun akan menghargai kita tanpa kita sadari.

Tetapi jangan pula kita hanya menjaga kepercayaan sesama manusia, tapi kita juga harus mampu menjaga kepercayaan Sang Pencipta, hanya Dia yang tulus memperikan kepercayaannya tanpa mengharapkan timbal balik, jangan pernah menduakan Nya yaaa ^_^

Yuk kita jaga kepercayaan yang sudah diberikan, minimal menghargainya saja cukup untuk membahagiakan hatinya dan kita usahakan untuk menjaga kepercayaan. Jangankan orang lain kepercayannya dipermainkan, kita sendiripun tidak maukan dipermainkan kepercayaannya oleh orang lain.

Kepercayaan, kejujuran, menghargai, sopan-santun, dan beretika baik merupakan ciri-ciri orang baik, tapi manusia tidak ada yang sempurna pasti berbuat kesalahan, alangkah baiknya dimulai dari diri sendiri untuk memperbaiki menju prilaku tersebut.


Terimakasih ^^


Selasa, 02 April 2019

Hisab


Bismilllahirrahmanirrahim…

Diawal bulan April ini semoga menjadi penyemangat baru, dan ada sebuah renungan yang selalu terlintas dalam pikiran yaitu hisab. apa sih hisab itu?

Pengertian hisab disini adalah, peristiwa Allah menampakkan kepada manusia amalan mereka di dunia dan menetapkannya. Atau Allah mengingatkan dan memberitahukan kepada manusia tentang amalan kebaikan dan keburukan yang telah mereka lakukan.

Jadi hisab ini udah ada dipikiran sejak 2 minggu lalu, engga tau kenapa tiba-tiba selalu terpikir hal itu, mungkin itu salah satu Allah memperingatkan masalah hisab.

Jadi apa yang kita miliki sekarang semuanya dihisab, mau itu baju, sepatu, sosial media, termasuk teman, apa yang kita beli apa yang kita makan terutama hisab tubuh kita yang nanti akan berpisah dengan jiwanya, semua akan dipertanggung jawabkan, termasuk penggunaan sosial media yang sering banget kita gunakan.

Naah emang dari sosial media apa yang mau dihisab?
Banyak ko temen-temen yang dihisab di sosial media salah satunya nih kita gunakan untuk apa sosial media kita? apa yang kita posting? apa yang kita cari di sana? manfaat apa yang bisa kita hasilkan di sosial media? dan lain sebagainya banyak kegiatan-kegiatan yang kita lakukan disana, bener ga??

Nah mulai dari sini aku merapihkan sosial media dari mulai facebook, twitter, instagram dan beberapa sosial media lainnya, merapihkan semua terutama yang seharusnya tidak ditampakan.

Berawal kepikiran tentang hisab itu dari sebuah video yang diberikan ibu-ibu kepada saya masalah postingan, yang sebenernya video atau tulisan yang membahas tentang postingan seorang wanita sudah saya dapatkan 1 atau 2 tahun lalu yang mungkin itu belum mempan, dan alhamdulillah Allah tetap memperingati saya lewat seseorang yang lain lagi seorang ibu-ibu temen mamah saya yang mengirim video lewat DM instagram dan video itu langsung masuk ke hati hehehe

Jadi apa yang kita share di sosial media kita bisa jadi amal jarial atau dosa jariah, tergantung kita mau mengambil yang mana, waktu selesai nonton videonya langsung tiba-tiba merinding padahal isi konten video itu sama dari sebelum-sebelumnya baik itu video, kutipan, atau artikel yang didapatkan, Allah memang punya caranya sendiri menyentuh hati hambanya, Allah dapat membolak balikan hati hambanya, bisa jadi hari ini kita masih nakal besok 180 derajat berubah drastis tidak seperti biasanya, itulah cara Allah untuk melindungi hambanya. Tapi dari video itu ga langsung dilakuin dapet videonya akhir Februari tapi belum dieksekusi sampai pertengahan maret, awalnya kaya dapet kutipan atau video-video sejenis di instagram sampai Allah memberikan sakit untuk menyadarkan itu semua.

Proses buat ke titik ini sekarang diakui tidak semudah itu, untuk meng hide atau menghapus foto di sosial media itu sangat berat (jujur ini mah) karena banyak kenangan dan beberapa alasan lainnya, termasuk setiap pagi diniatkan untuk share kutipan positif itu berat banyak nyerah nya, dan banyak godaannya, dari mulai mikirin yang engga-engga pikiran-pikiran itu sering muncul takut dibilang sok alim, sok bijak, sok baik, sok ingin dilihat orang berubah, pokoknya bajak pikiran-pikiran lain yang pengen menghentikan share-share kaya gitu, dan kadang ga nemu sampai agak siang kutipan yang mau di share di niat kan untuk diri sendiri sambil berbagi tapi tidak menyudutkan orang.

Kita juga dihisab dengan siapa kita berteman, apa teman kita sudah kita ajak ke hal-hal positif atau sebaliknya, karena teman dapat membawa kita ke arah yang baik atau sebaliknya, lingkungan pertemanan itu sangatlah berpengaruh dengan pribadi kita, jika kita main dengan orang-orang yang menjual minyak tanah kita akan terkena baunya minyak tanah, tapi jika kita berteman dengan orang-orang yang menjual parfum kita akan mendapat wanginya parfum yang mereka jual, itu lah lingkungan pertemanan. Bukan harus jadi kita terlalu milih-milih berteman tapi kita cari teman yang dapat mengarahkan kita ke hal yang positif masukkan ke dalam lingkungan pertemanan abadi.

Alasan kenapa menulis ini hanya untuk memperingati diri sendiri agar selalu melakukan apa yang sudah ditulis untuk menguatkan hati ini, dan mohon doa teman-teman agar tetap terjaga niat ini Aamiin..

Berdoa lah agar kita bukan salah satu pemberat hisab teman kita nanti, hisab yang menjerumuskan teman kita ke hal-hal yang kurang baik

Niat baik akan mengantarkan kita kearah yang lebih baik. Semoga niat-niat baik kita Allah balas dengan kemudahan kedepannya. Dan jangan ungkit masa lalu teman kita, karena kita berteman saat ini dengan kondisi yang berbeda dan bersama-sama berusaha menuju lebih baik. Aamiin..


Terimakasih ^^


Kepercayaan

Bismillahirrahmanirrahim... Mendapatkan kepercayaan orang tidaklah mudah, tapi menjaga kepercayaan orang jauh lebih sulit. Yang n...