Minggu, 16 September 2018

Ceritaku Di Rancaupas

Pada tanggal 15 September 2018, kebetulan saya kemping didaerah Ciwidey tepatnya di Rancaupas bersama tim kerja, tidak banyak kami berkemah hanya 6 orang, pada hari itu yang biasnyanya kami ber 4 kini ada tambahan orang 2 orang jadi ber-6 dan yaa aku mendapat teman baru 2 orang sekaligus teman perempuan yang biasanya kalau ada perlu keluar terkadang aku jadi perempuan seorang hahaha, ada sih teman dalam tim perempuan tetapi jarang untuk bertemu.

Selama acara kemping kita tidak menyiapkan susunan acara seperti kebanyakan orang dalam menyiapkan acara, kami berjalan secara natural selama berkemah bercerita bermacam-macam topik, tapi bisa diambil geris besar topiknya yang pertama tentang visi misi habbit dan cerita mengenai perusahaan kepada kami dan teman yang baru kutemui pada hari itu, dan cerita tentang relationship, cara pandang dari perspektik laki-laki dan perempuan dan beberapa joks yang menyelingi acara malam itu sambil yaah tak ketinggalan sambil bakar-bakar jagung, sosis, dan pendukung lainnya pada acara kemping pada umumnya. Ada satu hal terpenting dalam setiap kegiatan yang harus di ambil. Apa itu?? Yaps itu merupakan apa yang didapat pada hari itu, yang utama yaitu pengalaman selain pengalaman kita harus selalu mengambil apa yang didapat pada hari itu yang bisa kita ambil sebagai pelajaran, bekal pengalaman, dan hal-hal positif lainnya termasuk joks yang muncul dalam sela-sela pembicaaran kami, yang diambil bukan joks yang dibahas tetapi kita bisa ambil arti bahwa dalam hidup kita perlu menyisipkan hiburan sekecil apapun meskipun hanya sebentar, yaah untuk memberi warna kehidupan karna tidak semua kita harus sikapi dengan serius, ada waktu-waktu tertentu, kapan kita harus bercanda, kapan waktu untuk serius, dan lain sebagainya yaah bisa dibilang kita harus bisa memanajemen hidup dengan waktu-waktu tertentu. Pelajaran yang dapat saya ambil pada kemping semalam yaitu.

Pertama yaitu Berbagi, yaah berbagi tidak hanya berupa material, kita dapat berbagi cerita yang mungkin dapat bermanfaan untuk orang disekitar diwaktu yang akan mendatang .
kedua pengalaman, yaah pengalaman berkemah untu setiap orang akan berbeda-beda, contohnya pengalaman berkemah di sekolah/kampus/acara organisasi yang dominan sudah terstuktur dan terencana akan mendapat pengalaman berbeda saat berkemah dengan spontanitas dan naturalisasi dalam keadaan.

Ketiga membaca, kenapa membaca?? Kita tidak harus membaca dibuku saja, tetapi kita perlu membaca keadaan/siuasi, hal itu penting, kita harus tau posisi kita sedang dimana, bersama siapa, dan sedang apa. Pada kemping ini saya belajar membaca karaketer orang, yaah mungkin hal itu tidah mudah tetapi itu penting meskipun sedikit dan membaca karakter orang-orang baru disekitar kita pada saat itu, yang mungkin akan bermanfaat diwaktu yang akan mendatang, kita bisa baca itu dari orang menyikapi kita, spontanitas dalam keadaan, prilalu dalam situasi tertentu, dan interaksi, kenapa interaksi termasuk? Karena seseorang akan bersikap berbeda saat mereka dilingkungan terbuka meskipu kita sering bertemu tapi tidak dilingkungan terbuka akan berbeda, dan kita perlu mengerti situasi dan dalam bersikap.

Keempat opsi, mungkin akan sedikit binggung kenapa ada opsi, opsi disini saya ambil dari pembicaraan malam itu, dalam kehidupan kita perlu memiliki opsi, entah itu opsi dalam memili hidup, pengambilan keputusan, dan bisa juga kedepannya kita akan seperti apa, tanpa sadar kita pernah melakukan hal tersebut, dan lebih sering kita gunakan kedepannya akan seperti apa entah itu dalam menentukan kita mau sekolah atau berkuliah dimana, dalam memilih pasangan, mungkin juga dalam memilih teman yang bisa masuk dalam circle kita,  dalam berbelanja untuk kaum wanita itu sering dilakukan tanpa sadar, dan lain sebagainya. Hal itu penting sama seperti dalam menjawab soal pilihan ganda, kita akan memilih yang benar, mungkin kalau diambil dalam kekehidupan yang kita memilih opsi yang tepat/cocok untuk kita.

Kelima kehidupan, naah selipan pembicaraan semalam ada dalam kita menjalankan hidup, hidup itu singkat, kita harus bisa menikmatinya bukan dalam arti berleha-leha, tetapi seperti kita harus memiliki waktu untuk diri sendiri itu perlu karena kita harus cinta dengan diri sendiri dan mengenali diri sendiri karena siapa lagi yang akan cinta dengan diri sendiri kalau bukan kitanya sendiri, kemudian bermanfaat kita harus bisa menempatkan diri agar bisa bermanfaat untuk orang lain dan sekitarnya, contohnya saat ada ibu-ibu atau bapak-bapak sulit menyebrang jalan kita bantu untuk menyebrang, saat teman membutuhkan pertolongan entah itu tersesat dan binggung dalam bertindak setidaknya kita dapat membantu atau memberi solusi agar tidak terjebak dalam situasi itu berlarut-larut dan minimal bisa menarik atau mengulurkan tangan jika orang disekeliling kita sedang terjatuh dan tidah tau arah yang akan dituju, kemudian improve, kenapa improve karena kita harus bisa lebih baik hari ini daripada hari sebelumnya, intinya melakukan hal yang lebih baik dari hari sebelumnya.

Mungkin itu hal yang saya dapatkan kemarin secara garis besarnya. Dan saya mendapat feedback dari apa yang saya lakukan kemarin salah satunya yaitu “Bisa menempatkan diri” setelah ditelaah feedback ini dan menemukan jawaban bahwa saya selalu berpikir saya harus menciptakan suasana senyaman mungkin, entah itu dilingkungan baru, dikamar kosan, termasuk dirumah harus membuat hal seperti itu, terlihat sedikit egois sih karna mementingkan diri sendiri harus nyaman, tapi yaah ini belum tau jawaban yang tepat atau bukan.

Satu lagi feedback hari ini “Menerima seseorang apadanya”, feedback yang satu ini pun tanpa disadari seperti itu beliau menyampaikannya. Mungkin karna  saya selalu ingin orang lain menerima saya apaadanya seperti ini dan menyadari bahwa tidak semua orang bisa menerima apaadanya, oleh sebab itu saya selalu mencari orang yang bisa nerima saya yang seperti ini, dan saya memlakukan hal tersebut saat ada orang yang ingin masuk dalam circle saya, dan tanpa disadari, Mungkin.

Sepertinya itu saja yang bisa disampaikan secara garis besar apa yang saya dapatkan pada kemping tangga 15 – 16 September 2018. Dan banyak kata-kata yang saya tulis terinspirasi dari seseorang yang menceritakan sesuatu yang belum dialami oleh saya dan menjadi pengetahuan baru yang dapat dijadikan bekal dimasa yang akan datang. Disamping hal yang sudah disampaikan sebelumnya dari kemping kemarin, waktu mau tidur ada sekelompok orang yang sedang berkemah disana sedang mengisi acaranya dengan bernyanyi dan salah satunya menyanyikan lagu “Ayah” sepertinya harus belajar agar tidak terganggu dengan lagu tersebut dan tidah merubah mood pada saat itu. Dan satu lagi teringat memori yang sudah lumayan lama, lapangan Rancaupas menjadi tempat main terakhir bersama teman saya di Sukabumi teman satu perjuangan hidup di Bandung dan bangku kuliah beliau bernama Diayul Haque (alm) mungkin disana tempat kita bermain bersama-sama sebelum sakit dan pergi untuk selamanya, hal itu masih teringat ekpresi yang diabuat pada waktu itu....

1 komentar:

  1. Semoga Almh membacanya, dan bahagia msh ada trman yg ingat meskipun sudah beda alam ya mah :')

    BalasHapus

Kepercayaan

Bismillahirrahmanirrahim... Mendapatkan kepercayaan orang tidaklah mudah, tapi menjaga kepercayaan orang jauh lebih sulit. Yang n...